Selamat datang di syam-santos.blogspot.com semoga yang tertulis di blog ini dapat berguna dan bermanfaat, salam dan sukses selalu.

Kamis, 05 Juli 2012

IBADAH yang UTAMA

  Panggilan Sholat / ADZAN


Subhanallah lafadz Allah-lah yang senantiasa berkumandang di seluruh pelosok bumi ini.
Ibn Mas'ud ra berkata: 
"Barangsiapa ingin bertemu Allah esok hari sebagai seorang muslim, maka ia harus menjaga benar-benar sholat pada waktunya ketika terdengar suara adzan. Maka sesungguhnya Allah telah mensyari'atkan (mengajarkan) kepada Nabi Muhammad beberapa SUNANUL HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan menjaga sholat itu termasuk dari SUNANUL HUDA.
Andaikan kamu sholat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama'ah berarti kamu meninggalkan sunnah Nabi Muhammad. Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabi Muhammad pasti kamu tersesat.
Maka tidak ada seseorang yang bersuci dan dia sempurnakan wudhunya kemudian ia berjalan ke masjid di antara masjid-masjid ini kecuali Allah mencatat bagi setiap langkah yang diangkatnya menjadi kebaikan yang mengangkat derajatnya dan bagi setiap langkah yang diturunkannya menjadi penghapus kesalahannya.
Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad tiada seorang tertinggal dari sholat berjama'ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya. Sungguh adakalanya seseorang itu dihantar ke masjid didukung oleh dua orang kanan kirinya untuk ditegakkan di barisan saf." (HR Muslim 3/387).

Adzan sebagai panggilan/pemberitahuan untuk melaksanakan sholat tidak pernah berhenti berkumandang mengitari bumi :
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula Sumatra. 

Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia dan Burma berikutnya. Dalam waktu beberapa jam dari Jakarta maka adzan mencapai Bangladesh dan begitu adzan berakhir, maka adzan telah dikumandangkan di barat India kemudian seluruh kawasan India dan Pakistan utara, empat puluh menit kemudian adzan telah terdengar di Karachi (Pakistan).

Sebelum berakhir di Pakistan, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Adzan kembali terdengar satu jam kemudian di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan waktu antara Bagdad (Irak) dan Iskandariyah (Mesir) adalah satu jam, adzan juga bergema di Istambul (Turki), Tripoli (Libya), Siria, Somalia dan Sudan selama jam tersebut, kemudian terus berlanjut melalui seluruh kawasan Afrika.

Panggilan adzan sebagai kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Bangladesh, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Subuh, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.

Referensi dari : http://www.youtube.com/watch?gl=ID&v=LRxhRxMs-aM
Salam untuk semua dari saya.                                                                                         
   


Artikel IBADAH yang UTAMA selanjutnya ...