Selamat datang di syam-santos.blogspot.com semoga yang tertulis di blog ini dapat berguna dan bermanfaat, salam dan sukses selalu.

Sabtu, 08 September 2012

The Blessed Saint Mary

Maryam Al Muqaddasa ( Maryam, Wanita Suci dan di Berkati )


Maryam Binti Imran ( Maryam al-Muqaddasah, Maryam Moghaddas, Maryam Adhraa, The Blessed Saint Mary ).

Film The Blessed Saint Mary karya sutradara Shahriar Bahrani tahun 2002 di Iran, yang menggambarkan kehidupan Maryam, ibu dari Nabi Isa dan kelahiran Nabi Isa menurut Islam yang di jelaskan Al Qur'an pada surat ke 19 (Maryam), film ini juga menampilkan Nabi Zakaria yang dalam Islam adalah wali dari Maryam. 

Berikut adalah kisah Maryam yang di jelaskan dalam Al Qur'an :

Kelahiran Maryam dan Bagaimana Ia Berkembang

Maryam adalah wanita suci yang terpilih untuk melahirkan Nabi Isa, Maryam terlahir pada saat terjadinya kekacauan, yaitu ketika Bani Israel mengharapkan sekali kedatangan Sang Messiah. 

Maryam telah dipilih Allah untuk menerima tugas yang maha mulia ini dan sekaligus menjalaninya dan berasal dari sebuah keluarga yang mulia, keluarga Imran. Allah telah melebihkan keluarga ini di atas seluruh umat manusia. 

Seluruh anggota keluarga Imran terkenal mempunyai keimanan yang tinggi kepada Allah. Mereka beribadah kepada Allah, melakukan segala bentuk kebajikan dan dengan sangat mematuhi semua perintah-Nya. Pada saat istri Imran mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, ia segera beribadah kepada Sang Penciptanya untuk berdo'a dan ia mempersembahkan apa yang ada dalam rahimnya untuk menjadi "Pelayan Allah". 

Allah memberikan penjelasan dalam Al-Qur'an :

(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Ali Imran: 35)

Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk". (Ali Imran: 36)

Ketika Maryam lahir, Istri Imran tetap hanya mencari keridhaan Allah. Ia beribadah kepada Allah dan mendo'akan Maryam serta keturunannya di bawah perlindungan Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dikarenakan keikhlasan dan do'anya, Allah menganugrahkan pada Maryam sifat-sifat yang mulia. Dalam Al-Qur'an Allah menerangkan bagaimana Maryam tumbuh dan berkembang dalam perlindungan dan perawatan-Nya yang amat cermat.

Nabi Zakaria menjadi pelindung Maryam. Selama Maryam berada bersamanya, ia menyadari bahwa Maryam telah dianugrahi sifat-sifat yang luar biasa. Terlebih Allah memberikannya banyak kenikmatan "tanpa perhitungan" : 

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Ali Imran: 37)

Sebagaimana Allah telah memilih keluarga Imran, Dia juga memilih Maryam, seorang anggota keluarga Imran dan memberikan karunia yang luar biasa. Allah menyucikan Maryam dan telah melebihkan dari seluruh wanita pada masanya.

Sifat-sifat yang dimilikinya tertulis dalam Al-Qur'an : 

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (Ali Imran: 42)

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'. (Ali Imran: 43)

Dalam masyarakat di mana ia tinggal, Maryam telah menjadi seorang yang terkenal mempunyai keimanan dan keikhlasan terhadap Allah. Khususnya, ia dikenal sebagai seorang wanita "yang menjaga kehormatannya". Sebagaimana di jelaskan dalam Surat At Tahriim : 

dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat. (At Tahriim: 12)

Kehamilan Maryam 

Kisah Maryam di dalam Al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur :

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, (Maryam: 16)

maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (Maryam: 17)

Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". (Maryam: 18)

Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". (Maryam: 19)

Sebagaimana yang diberitahukan dalam ayat di atas, Maryam menarik diri dari masyarakatnya ke wilayah bagian timur dan menghabiskan beberapa waktu hidupnya di sana. Tidak beberapa lama kemudian Malaikat Jibril menampakkan diri pada Maryam atas perintah Allah dan menerangkan bahwa dia adalah seorang malaikat yang diutus Allah untuk memberikan kabar bahagia tentang seorang anak laki-laki : 

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (Ali Imran: 45)

Mendengar kabar ini, Maryam mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mungkin ia dapat mempunyai seorang putra, padahal tidak seorang laki-laki pun yang pernah menyentuhnya : 

Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" (Maryam: 20)

Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan". (Maryam: 21)

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (Maryam: 22)

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. (Ali Imran: 47)

Selama Maryam tinggal di "tempat yang jauh" yang disebutkan dalam ayat di atas, Allah mendukungnya, baik secara fisik maupun materi. Ia benar-benar berada dalam lindungan dan perawatan-Nya selama masa mengandungnya. Semua kebutuhannya di penuhi oleh Allah. 

Sementara itu, dengan menempatkannya di suatu tempat yang tersembunyi, Allah telah mencegah dari orang-orang yang sama sekali tidak memahami situasi ini yang mungkin akan berbuat jahat. 

Nabi Isa Diciptakan Dengan Kalimat Allah

Dalam Al-Qur'an, Allah menjelaskan kepada kita tentang fakta bahwa dari sejak kelahiran hingga Allah mengangkatnya, Nabi Isa memang berbeda dengan seluruh manusia pada umumnya di muka bumi.

Al-Qur'an menegaskan bahwa kelahirannya dari seorang gadis, satu bentuk penciptaan yang kita tidak biasa dengan hal tersebut. Sebelum kelahirannya, Allah memberitahu ibunya tentang sifat-sifat yang dimiliki Nabi Isa termasuk bahwa dia diutus sebagai seorang penyelamat (Messiah) kepada Bani Israel. Dia juga dijuluki "Kalimat Allah" : 

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (An Nisaa: 171)

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (Ali Imran: 45)

Allah telah memberikannya nama sebelum kelahirannya, sebagaimana Dia perbuat kepada Nabi Yahya. Biasanya, anggota keluarga yang memberikan nama kepada anak-anaknya, namun tidak demikian pada Nabi Isa. Allah-lah yang memberikannya nama Al-Masih, Isa putra Maryam. 

Ini merupakan suatu bukti yang jelas bahwa Nabi Isa diciptakan secara berbeda dari seluruh manusia lainnya. Tentulah, seperti kelahirannya, keajaiban yang dialami selama hidupnya dan cara dia diangkat keharibaan Allah merupakan tanda-tanda perbedaan dari manusia lain pada umumnya. 

Kelahiran Nabi Isa

Melahirkan seorang bayi merupakan suatu proses yang menuntut banyak perawatan, tanpa kehadiran seorang yang berpengalaman dan perawatan yang baik adalah sesuatu yang sulit. Meskipun demikan, Maryam, yang melakukan semuanya sendirian dan berhasil melahirkan seorang bayi, merupakan sebuah bukti atas kesetiaan dan keyakinannya kepada Allah. 

Ketika mengalami rasa sakit yang luar biasa, Allah memberikan ilham dan instruksi pada setiap tahapnya. Atas pertolongan Allah-lah Maryam dapat melahirkan anaknya tanpa kesukaran dan pada lingkungan yang terbaik. Ini merupakan nikmat yang diberikan kepada Maryam : 

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". (Maryam: 23)

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (Maryam: 24)

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (Maryam: 25)

maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini". (Maryam: 26)

Nabi Isa Berbicara Ketika Masih dalam Buaian

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (Al Anbiyaa': 91)

Satu peristiwa yang Allah ujikan kepada kaumnya Maryam adalah kelahiran Nabi Isa. Kelahiran ini, yang merupakan peristiwa aneh bagi umat manusia, adalah suatu ujian baik bagi Maryam maupun bagi kaumnya. Pada kenyataannya, cara Nabi Isa dilahirkan merupakan suatu keajaiban yang Allah lakukan untuk menyeru umat manusia kepada keimanan yang benar dan satu dari banyak bukti yang jelas dari keberadaan Allah. Akan tetapi, manusia masih saja belum memahaminya dan masih menaruh rasa curiga : 

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. (Maryam: 27)

Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", (Maryam: 28)

Sebagaimana diterangkan dalam ayat-ayat di atas, saat kembalinya Maryam kepada kaumnya dari tempat yang jauh bersama Nabi Isa, kaumnya tidak memperkenankannya untuk memberikan suatu keterangan. Mereka berpendapat bahwa Maryam telah melakukan perbuatan yang tercela dan memfitnahnya dengan cara yang keji. Meskipun mereka yang menyebarkan fitnah-fitnah tentang Maryam ini telah mengetahui keadaan Maryam dari sejak ia dilahirkan dan mengetahui juga kesucian serta ketakwaannya, seperti anggota-anggota keluarga Imran lainnya. 

Pastilah, semua cercaan dan fitnahan ini merupakan suatu ujian bagi Maryam. Ini membuktikan bahwa seorang manusia yang begitu suci dan saleh tetap menerima ujian atas keimanan dan ketakwaannya. Maryam tidak akan melakukan perbuatan tercela seperti itu, karena dari sejak Maryam dilahirkan, Allah selalu menolongnya dan mengarahkan semua yang dilakukannya kepada kebaikan. Maryam, pada waktu kembali, menyadari bahwa setiap peristiwa yang terjadi merupakan kehendak Allah dan hanyalah Allah yang dapat membuktikan ketidakbenaran dari fitnah-fitnah ini. 

Tentu Allah memberikan ketenangan pada diri Maryam dan memberikannya ilham untuk tetap diam. Allah memerintahkannya untuk tidak berbicara dengan kaumnya, tetapi agar menunjuk Nabi Isa jika mereka mendekatinya dan berusaha untuk menuduhnya. Dengan cara ini, Maryam akan terhindar dari berbagai rintangan yang mungkin terjadi dan Orang yang akan memberikan jawaban kepada mereka adalah Nabi Isa. Ketika Allah memberikan kabar gembira akan kelahiran Nabi Isa kepada Maryam, Allah juga memberitahukannya bahwa Nabi Isa akan berbicara dengan jelas ketika masih di dalam buaian : 

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh". (Ali Imran: 46)

Selanjutnya, Allah menjadikan semuanya lebih mudah bagi Maryam dan memberikan keterangan yang benar kepada kaumnya Maryam melalui kata-kata Nabi Isa. Dengan keajaiban ini, upaya orang-orang kafir yang ada di sekeliling Maryam mengalami kegagalan. 

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" (Maryam: 29)

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (Maryam: 30)

dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, (Maryam: 31)

dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (Maryam: 32)

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (Maryam: 33)

Tidak diragukan, seorang bayi yang berbicara dengan sangat fasih ketika masih dalam buaian merupakan suatu keajaiban. Kaum Maryam merasa heran mendengar kata-kata hikmah dari seorang bayi yang masih berada dalam buaian dan kejadian ini membuktikan kepada mereka bahwa kelahirannya merupakan suatu keajaiban. Semua peristiwa yang mencengangkan ini menunjukkan bahwa bayi yang masih berada dalam buaian tersebut adalah seorang utusan Allah. 

Ini merupakan balasan yang Allah berikan kepada Maryam atas kepercayaan yang ia berikan kepada Allah, dengan menunjukkan keajaiban yaitu Nabi Isa Putra Maryam memberikan jawaban terhadap orang-orang yang memfitnahnya. Dan Allah memperingatkan juga bahwa azab yang pedih menanti mereka yang tidak mau menghilangkan pikiran buruk tentang Maryam, walaupun telah di tunjukkan keajaiban ini : 

Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina). (An Nisaa: 156)

Inilah kisah Maryam, wanita suci, Ibunda dari Nabi Isa yang nama dan kisahnya di abadikan dalam Al Qur'an semoga kisah Maryam dapat menjadi panutan untuk wanita masa sekarang dan menjadi hikmah seorang anak untuk berbakti kepada ibu dan bapaknya. 


                       http://cocokusnawan.blogspot.com/2011/05/maryam.html

(449,5 MB)

Salam untuk semua dari saya.