Selamat datang di syam-santos.blogspot.com semoga yang tertulis di blog ini dapat berguna dan bermanfaat, salam dan sukses selalu.

Senin, 15 Oktober 2012

Inside Mecca

( Di dalam Kota Mekkah )


Menyambut Idul Adha 1433 H dan bertepatan pula dengan pelaksanaan ibadah Haji, sebagai referensi seperti apa ibadah Haji itu di laksanakan kita dapat melihatnya pada film dokumenter "Inside Mecca".

Film ini juga bercerita tentang kisah sebuah kota suci agama Islam yang senantiasa menyambut kurang lebih dua juta pengunjung yang akan melaksanakan ibadah pada saat yang bersamaan dan mengakomodasi setiap orang pada bulan Dzulhijjah setiap tahun, ibadah tersebut adalah ibadah Haji yang di laksanakan di kota Mekkah, Saudi Arabia.

Semua Muslimin dan Muslimah yang mampu secara fisik dan finansial tentunya diharuskan untuk menunaikan ibadah Haji setidaknya sekali seumur hidup menurut Rukun Islam. Dalam peristiwa tahunan ini, umat dari seluruh penjuru dunia bercampur-baur, suatu hal yang menunjukkan keberagaman penganut Islam di dunia modern ini.

Ibadah Haji merupakan sebuah peristiwa yang detailnya tidak diketahui oleh banyak orang non-Muslim, tentunya karena mereka tidak diperbolehkan memasuki kota suci Mekkah. Namun, National Geographic mencoba menjembatani hal ini, dengan memproduksi film dokumenter ini, yang melibatkan satu tim produksi muslim yang berhasil mendokumentasikan kota Mekkah pada masa puncak ibadah haji untuk dilihat di seluruh dunia. "Inside Mecca menaruh fokusnya pada cerita pribadi-pribadi yang menunaikan ibadah Haji, mengikuti setapak-demi setapak perjalanan peserta yang bukan hanya fisikal, tetapi juga spritual dan emosional", kata Anisa Mehdi, produser dan sutradara film ini. Selain itu, film ini juga membahas kesulitan-kesulitan logistik yang dialami penyelenggara dan bagaimana perencanaan yang matang bisa meminimalkan itu semua.

"Allah tidak melihat wajah. Allah juga tidak melihat fisik kita. Allah hanya melihat amal ibadah kita". Khalil Madhlazi mengucapkannya seperti sedang bermonolog, dia adalah penyiar radio komunitas di Afrika Selatan. Anisa Mehdi, secara live mensyut penyiar radio di Afrika Selatan itu.

Sebelumnya, kameranya terarah pada Fidelma O’Leary, profesor perempuan kelahiran Irlandia yang kini bermukim di Amerika Serikat. Juga, tentang bagaimana keseharian Ismail Mahbob, warga Malaysia.

Ketiganya dipertemukan Anisa dalam film dokumenter Inside Mecca yang di sponsori National Geographic. Film ini secara dekat mendokumentasikan perjalanan mereka, mulai dari persiapan hingga kejadian-kejadian di Tanah Suci yang menjadi titik klimaks perjalanan mereka.

Mahbob, seorang pebisnis di Kuala Lumpur memantapkan hati meninggalkan keluarganya sejenak untuk menggenapkan rukun Islam-nya. Ia melepaskan segala atributnya dan berbaur dengan jamaah lain, karena, Tuhan tak melihat wajah dan fisik kita, juga kondisi sosial ekonomi kita. Tuhan hanya melihat hati kita.

Sementara Madhlazi, yang selama ini berada di Afrika, menemukan kesempatan untuk melihat dunia Islam yang ideal secara langsung. Namun ia juga menemukan bahwa kota Mekkah juga tidak lepas dari masalah.

Kisah perjalanan O’Leary yang paling menarik, dengan penampilan bule-nya : rambut pirang, mata hijau, dan aksen Irlandia yang kental, dia sangat kontras dengan stereotip mengenai Muslim yang berkembang di negaranya. Dia mualaf saat duduk di bangku kuliah. "Saya kadang jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana rasanya menjadi seorang Muslimah", ujarnya. 

Dia juga terharu saat di Mekkah di tanya oleh jamaah Haji lainnya : "American", O'Leary menjawab : "yes". Kemudian menanyakan lagi : "Muslim" dan di jawab kembali : "yes". Dan jamaah tersebut mengucapkan : "Alhamdulillah". Di situlah bukti jika semua Muslimin dan Muslimah di seluruh dunia ini adalah saudara.

Namun, Inside Mecca bukan film untuk mengulas kehidupan mereka. Inside Mecca menfokuskan pada kisah pribadi yang melaksanakan ibadah Haji dari belahan dunia yang berbeda.

Kewajiban melaksanakan ibadah Haji, di terangkan Allah dalam Al-Qur'an :

 
( inna awwala baytin wudhi'a linnaasi lalladzii bibakkata mubaarakan wahudan lil'aalamiin )

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Ali Imran: 96)


( fiihi aayaatun bayyinaatun maqaamu ibraahiima waman dakhalahu kaana aaminan walillaahi 'alaannaasi hijju lbayti mani istathaa'a ilayhi sabiilan waman kafara fa-innallaaha ghaniyyun 'ani l'aalamiin )

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 97)

Hadist yang menerangkan ibadah Haji yang dilakukan oleh Rasulullah saw, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah ra adalah Haji Wada’ yaitu satu-satunya Haji yang dilakukan Rasulullah saw. Juga diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud. Bukhari, Nasa’i dan Tirmidzi meriwayatkan sebagiannya.

Ya Allah, semoga hamba di beri kemampuan untuk melaksanakan ibadah Haji, sebagai pelengkap ibadah hamba ya Allah, amin.

                        http://cinemadokumenter.wordpress.com/2010/05/01/
                        http://iwanprima11.blogspot.com/
                        http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/

(Terima kasih kepada Jamurkuping yang telah men-upload film ini)

Salam untuk semua dari saya.