Selamat datang di syam-santos.blogspot.com semoga yang tertulis di blog ini dapat berguna dan bermanfaat, salam dan sukses selalu.

Selasa, 06 November 2012

Anak Dan Ayah-Ibu

Pernahkah kita mengalami peristiwa seperti pada photo ini, mungkin pernah tapi sudah tidak ingat lagi, karena saat itu kita masih kecil. 

Akankah dan pernahkah kita membalasnya ? 

Biarlah saya basah, asalkan anakku tidak basah ; Biarlah saya dingin, asalkan anakku tidak dingin ; Biarlah saya sakit, asalkan anakku sehat. 

Begitu sayangnya dan cintanya... Kasih sayangnya, sampai saat ini pun masih terasa. 

Selama 9 bulan dikandung di dalam rahim ibu, dibawanya kemana saja beliau pergi. Tak peduli begitu sakit dan lelahnya dia mengandung, itulah salah satu bukti betapa besarnya kasih sayang ibu untuk anaknya. Kasih sayang yang melebihi kasih sayang kepada dirinya sendiri. 

Sampai akhirnya tiba saat kelahiran buah hatinya, ia rela mempertaruhkan nyawanya demi anaknya agar dapat lahir selamat di dunia yang fana ini. 

Rasa sakit yang ia rasakan saat melahirkan, terbayarkan saat melihat anaknya lahir dengan selamat. Ibu selalu menjaga dari segala apa yang dapat menyakiti anaknya, seakan tak rela hewan sekecil apapun melukai tubuh kecil buah hatinya yang belum berdaya. Dia juga senantiasa menjaga kesehatan anaknya, dengan menyusui, menggendong, memandikan, diberinya pakaian yang pantas untuk anaknya agar senantiasa dalam keadaan yang bersih. 

Dan ayah, dia keluar rumah setiap hari tak peduli dengan sengatan panas matahari dan dinginnya malam yang menusuk semata hanya untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Dia selalu berusaha untuk memenuhi kehidupan rumah tangganya, agar hidup ibu dan anaknya dalam kondisi yang layak. 

Setiap pagi ibu selalu membangunkan anaknya, menyiapkan sarapan, menyiapkan pakaian dan mengantarkan pergi ke sekolah. Ibu dan ayah selalu memperhatikan anaknya agar terhindar dari segala sesuatu yang membahayakan. 

Sepulang sekolah, makan siang pun sudah tersedia. Dengan senyuman, ibu selalu menyapa kedatangan anaknya. Tak terlihat begitu lelahnya beliau mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. 

Semua pekerjaan dia kerjakan dari bangun pagi sampai tidur lagi pada malam hari. Saat tidurpun, ibu selalu menengok dalam kamar untuk memastikan bahwa anaknya dalam kondisi yang baik-baik saja. 

Ayah dan ibu membiayai sekolah anaknya setinggi-tingginya, semata hanya agar anaknya mendapat ilmu yang lebih tinggi dari mereka, agar anaknya dapat berguna dalam masyarakat dan agama. Mereka curahkan semua kasih sayangnya demi kebahagian dan keberhasilan anaknya. Mereka mendidik anaknya untuk menjadi orang yang mandiri, tidak selalu bergantung kepada orang lain karena suatu saat nanti kita pasti akan berpisah dengan orang tua kita, tidak selamanya kita bersama-sama. 

Tidak pantas kiranya kita bersikap kasar terhadap mereka. Ingatlah betapa berartinya mereka dalam kehidupan kita. Muliakanlah orang tua kita selagi mereka masih ada, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena sikap kita kepada mereka yang mengecewakan. 

Doakan pula mereka, agar senantiasa diberi pengampunan dan rezeki yang cukup. Layani pula saat kedua orang tua kita sudah lanjut usia, ingat betapa mereka melayani kita dari kita masih lemah hingga kita seperti sekarang.

Allah SWT berfirman : 
( waqadaa rabbukallaa ta'buduu illaa iyyaahu wabilwaalidayni ihsaanan immaa yablughanna 'indaka lkibara ahaduhumaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaa uffin walaa tanharhumaa waqul lahumaa qawlan kariimaa ) 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Al Isra: 23) 

( wakhfidh lahumaa janaaha dzdzulli mina rrahmati waqul rabbi irhamhumaa kamaa rabbayaaniishaghiiraa ) 

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Al Isra: 24) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

“Sungguh merugi, sungguh merugi dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim) 

Ingatlah bahwa setiap manusia setelah Nabi Adam, adalah seorang anak dan sebaliknya setiap manusia belum tentu menjadi orang tua (ayah-ibu) apabila belum dikaruniai seorang anak, oleh karena itu wajiblah kita lebih dahulu memahami kewajiban kita sebagai anak kepada orang tua, karena kewajiban orang tua kepada anaknya itu sudah Sunnatullah, yaitu setiap orang tua apapun suku, bangsa dan agamanya tentu akan mencintai, menyayangi dan rela berkorban demi anaknya.   

Kewajiban anak kepada orang tua dapat dibaca pada Link berikut : 


Ada juga cerita dan film yang dapat menjadi renungan kita : 

   (Film Kisah seorang ayah (Robert De Niro) yang mengunjungi anak-anaknya) 

Setelah kita memahami kewajiban kita sebagai anak, selanjutnya apa dan bagaimana kewajiban orang tua terhadap anak-anaknya, dapat dibaca pada Link berikut : 


Demikianlah kewajiban kita sebagai orang tua ataupun kita sebagai anak yang telah dijelaskan. Janganlah ada rasa yang tidak baik dihati kita terhadap orang tua, kalau kita menjadi besar, dewasa dan sukses sekarang adalah karena bimbingan orang tua kita, kasih sayang mereka dicurahkan kepada kita anaknya dengan cara berbeda pada setiap orang tua. 

Orang tua adalah manusia juga yang tidak lepas dari kesalahan, tapi dalam hati sanubarinya setiap orang tua sama yaitu sangat sayang kepada anaknya, tidak rela bila anaknya susah dan bersedih hati, kewajiban anaklah yang harus mensikapi dengan cara yang sebaik-baiknya terhadap orang tua. 

Ingatlah tidak akan menjadi besar, dewasa dan sukses kita sekarang, jika orang tua tidak sayang kepada kita !. 

Berdoalah selalu untuk Ayah dan Ibu kita : 

"Ya Allah, tolong ya Allah kepada siapa lagi hamba memohon pertolongan ya Allah, berilah kebahagiaan untuk Ayah dan Ibu hamba, dudukan ditempat yang mulia, ampuni semua dosa-dosanya ya Allah, jauhkan dari segala kesulitan ya Allah, tolong segera kabulkan permohonan hamba ya Allah, Amin". 


Referensi dari : 

Salam untuk semua dari saya.